Tempat Wisata Religi Di Banyuwangi

5 Tempat Wisata Religi Di Banyuwangi Jawa Timur

Selain wisata alam yang indah, Banyuwangi juga mempunyai obyek wisata religi. Dari sana, wisatawan dapat mengetahui sejarah mengenai masuknya Islam ke kota paling timur di Pulau Jawa ini.

Masih dalam suasana Ramadan dan memasuki Ramadan, berikut ini yakni sejumlah objek wisata religi yang penting dikunjungi dikala berada di Banyuwangi:

1. Mesjid Baiturrohman Banyuwangi

Mesjid Baiturrohman Banyuwangi
Mesjid Baiturrohman Banyuwangi

Mesjid Baiturralohman Banyuwangi berada di atas tanah donasi dari Bupati pertama Banyuwangi, Raden Tumenggung Wiraguna I atau yang awam disebut Mas Alit, tepatnya di Jalan Jendral Sudirman.

Dibangun pada 7 Desember 1773, mesjid dua tingkat ini berkapasitas 5.100 orang. Arsitektur Arab dan Banyuwangi berpadu. Motif batik Gajah Oling bisa diamati dalam beragam sudut dekorasi.

Mesjid tertua dan terbesar di Banyuwangi ini sarat akan sejarah, terlebih mengenai penyebaran Islam pertama kali DI Bumi Blambangan.

Semenjak pertama kali dibangun, mesjid ini telah mengalami empat kali perbaikan.

Ada 11 kubah di mesjid ini, dan kubah utamanya bisa digeser secara otomatis, sehingga dari dalam mesjid dapat mengamati seketika ke atas langit. Teknologi dalam mesjid ini ini disebut sebagai yang satu-satunya di Indonesia.

Dari Mesjid Baiturrahman Banyuwangi, wisatawan juga dapat sekaligus berkunjung ke Taman Sri Tanjung dan Pendopo Bupati, untuk mengetahui lebih banyak sejarah mengenai Banyuwangi.

2. Mesjid Muhammad Cheng Hoo

Mesjid Muhammad Cheng Hoo
Mesjid Muhammad Cheng Hoo

Tak hanya Mesjid Agung Baiturrahman. Sejarah Islam juga menjejak di Banyuwangi dalam Mesjid Muhammad Cheng Hoo.

Berada di wilayah Sumberrejo, mesjid ini juga mempunyai pondok pesantren.

Pantas namanya, segala bangunan yang ada di kompleknya bergaya Tiongkok. dari kejauhan, mesjid ini kelihatan seperti kelenteng, dengan warna merah dan kuning yang mendominasi.

Tentu saja banyak yang merasa heran dengan keberadaan nuansa tersebut. Karena belum banyak yang mengetahui, jauh sebelum berdirinya Kerajaan Hindu Blambangan penduduk Banyuwangi mengetahui islam dari ajaran yang dibawa oleh pedagang asal Timur Tengah dan juga China.

3. Makam Kuno Buyut Sayu Atikah

Makam Kuno Buyut Sayu Atikah
Makam Kuno Buyut Sayu Atikah

Berada di Kelurahan Giri, Makam Kuno Buyut Sayu Atikah ditemukan sekitar 1920-an. Makam ini dipercaya sebagai makam Islam tertua di Banyuwangi dan dibangun pada abad 15. Semenjak ditemukan, makan ini telah mengalami tiga kali renovasi ialah pada 1993, 2004 dan 2007.

Tak hanya Makam Buyut Sayu Atikah saja, di Kelurahan Giri juga terdapat sembilan makam lain, yang dinaungi Pohon Kamboja berusia ratusan tahun.

4. Makam Datuk Malik Ibrahim

Makam Datuk Malik Ibrahim
Makam Datuk Malik Ibrahim

Jelang Lebaran, Makam Datuk Malik Ibrahim yang berlokasi di Kelurahan Lateng, Banyuwangi senantiasa ramai dikunjungi pelancong dan peziarah.

Datuk Malik Ibrahim ialah seorang ulama kelahiran Yaman. Ia menyebarkan agama Islam di Bali dan Banyuwangi sekitar tahun 1840 Masehi.

Suasana makan akan amat ramai dikala malam Jumat Legi. Beberapa besar peziarah percaya, pada malam tersebut doa yang dipanjatkan akan dikabulkan.

5.Sumber Beji Antaboga

Walau bukan objek wisata religi Islam, tempat ini diras cakap membuktikan harmoni keberagaman agama di Banyuwangi.

Terletak di antara hutan pinus milik Perhutani di wilayah Glenmore, Sumber Beji Antaboga ialah situs budaya dan tempat ibadah umat Hindu. Sumber air Beji dipercaya punya aneka khasiat serta dipakai untuk upacara Mendak Tirta juga ruwatan.

Harmoni keberagamannya kelihatan dari keberadaan patung Dewi Kwan Im dan patung Maria, serta sebuah mushola. Jadi, segala kalangan dapat mengunjungi tempat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.